Cara Unik Memanggil Hujan Dengan Ritual

Cara Unik Memanggil Hujan Dengan Ritual

Cara unik memanggil hujan dengan ritual, hujan merupakan pristiwa jatuhnya air dari langit ke tanah, hujan sangat penting bagi kehidupan manusia, jika musim kemaru terjadi hujan akan sangat jarang terjadi yang akhirnya menyebabkan kekeringan yang akan membawa bencana.

Nah dibeberapa daerah di Indonesia ada beberapa ritual yang bisa dibilang cukup unik dan aneh, sangat unik bahkan, untuk mendatangkan hujan. Kamu mau tahu ritual apa aja itu simak saja ini, dinegara lain juga ada lho ritual memanggil hujan.

1. Ritual Ojung Di Bondowoso
Di Bondowonso ada sebuah ritual unik untuk mendatangkan hujan ketika kekeringan terjadi ritual ini dikenal dengan nama Ojung. Tradisi ini telah di turunkan turun temurun dan sampai saat ini masih terus di gelar. Ritual Ojung diawali dari tarian Topeng Kuna dan Rontek Singo Wulung dan puncak dari ritual ini adalah Pertandingan adu pukul sebatang rotan.

Peserta lelaki dewasa sejak usia 17 tahun hingga usia tua 50 tahunan. Saat wasit memberi aba-aba, pertandingan dimulai dua pemakin inipun adu tangkas memecutkan rotan. Selain untuk memohon hujan, ritual ini juga dimaksudkan untuk menolak bala bagi masyarakat desa sekitar.

2. Ritual Cowongan Kabupaten Banyumas
Ada sebuah ritual unik di Kabupaten Banyumas untuk mendatangkan hujan ritual ini bernama Cawongan yang jika diartikan oleh warga setempat artinya menghiasi wajah jadi ritual cawongan ini adalah ritual yang dengan sengaja dilakukan seseorang untuk menghias wajah, ritual ini dipercaya dapat menurunkan hujan berkat bantuan Dewi Sri yang merupakan dewi pangan yang memberikan kesejahteran bagi umat manusia, melalui doa doa yang dipanjatkan.

Dewi sri akan menurunkan hujan dari langit, yang boleh melakukan ritual Cowongan hanyalah kaum wanita saja menurut cerita warga setempat yang datang dan merasuk dalam properti cowongan adalah bidadari sehingga kaum laki-laki tidak boleh memegang properti itu. Desa yang sampai saat ini masih melestarikan ritual Cowongan untuk mendatangkan hujan adalah desa Plana, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas.

3. Ritual Unjungan
Ritual Unjungan merupakan ritual yang dilakukan masyarakt di Purbalingga dan Banjarnegara untuk mendtangkan hujan ketika kemarau tiba. Tradisi Unjungan merupakan tradisi mengadu manusia mengunakan rotan yang dilakukan oleh pria dewasa.

Sebelum beradu pukul berlangsung biasanya pemain Unjungan akan menari terlebih dahulu dangan iringan musik setelah musik selesai barulah mereka beradu saling memukul mengunakan rotan. Ritual ini akan terrus dilakukan jika hujan belum juga turun namun jumlahnya dihitung secara ganjil. Apabila setelah tiga kali dilaksanakan masih belum turun hujan, maka unjungan tujuh kali begitu seterusnya.

4. Ritual Cambuk Badan Tiban
Ritula cambuk badan tibdan ini dilakukan untuk meminta hujan yang dilakukan oleh warga Desa Wajak, Boyolali, Tulungagung. Ritual ini adalah ritual adu cambuk yang dilakukan oleh pria dewasa.

Dulunya tradisi Cambuk badan tiban ini dilakukan oleh Tumenggung Surotani II untuk mencari bibit prajurit yang tanguh namun seiring pergeseran zaman tradisi Cambuk badan tiban dijadikan cara untuk mendatangkan ujan bagi warga setempat, darah yang keluar akibat dari cambukan inilah yang dipercaya warga akan mendatangkan hujan.

5. Ritual Gedub Ende di Bali
Ritual Gedub Ende merupakan ritual masyarakat bali untuk mendatangkan hujan ritual ini dilakukan dengan cara mengadu dua orang dengan cara memukul dengan mengunakan rotan. Rotan disini disebut Ende sedangkan yang namanya Gedub adalah alat yang digunakan untuk mengkis rotan yang digunakan peserta.

Jadi pesrta Ritual in akan mengunakan rotan dan penagkis untuk bertarung, dalam pertarungan Gedub Ende ada seorang wasit yang bernama saye. Wasit inilah yang nantinya memberikan peringatan kepada pemain yang melekukan pelangaran. Darah yang ditimbulkan dalam pertarungan Gedub Ende inilah yang diyakini warga akan mendatangkan hujan.

6. Teru teru Bozu, Jepang
Jika Anda melihat kartun Jepang, Anda tentu sudah tidak asing dengan boneka ini.Boneka yang disebut Teru teru Bozu ini terbuat dari kertas atau kain putih yang digantung di jendela. Jimat tersebut diyakini bisa mendatangkan hujan atau membuat cuaca menjadi cerah. Jika ingin hujan, gantungkan boneka ini secara terbalik dengan posisi kepala di bawah. Sedangkan untuk meminta hujan turun digantung seperti biasa.

7. Rain dance, Amerika
The Native American rain dance merupakan suatu ritual di bagian barat daya Amerika karena selama musim panas di sana akan mengalami musim kering yang panjang. Rain dance dilakukan oleh pria dan wanita.

Mereka melaksanakan ritual tersebut pada pertengahan hingga akhir Agustus, di mana waktu tersebut adalah bulan yang terkering. Mereka memakai kostum khusus dan mulai menari dengan harapan hujan turun sesuai kebutuhan.

8. Rocket festival, Thailand
Sebenarnya ritual ini juga dilakukan etnis Lao di Laos. Mendekati datangnya musim hujan mereka menggelar ritual Rocket festival dengan tujuan untuk memanggil hujan. Perayaan dilakukan dengan tari-tarian dan musik tradisional. Yang paling dinanti adalah peluncuran roket yang terbuat dari bambu. Konon peluncuran roket ke angkasa dapat membujuk Phaya Taen, dewa hujan agar menurunkan hujan tepat waktu.

9. Manten kucing, Tulungagung
Tradisi ini dilakukan oleh warga desa Palem, Tulungagung, saat musim kemarau atau kesulitan air. Ritual tersebut bukan menikahkan kucing layaknya manusia. Namun warga hanya memandikan sepasang kucing di sebuah coban yang bernama Coban Kromo. Secara simbolis, kucing itu dijodohkan di sana.

Baca Menarik Lainnya

Bagikan Pada Teman

Buka Komentar Facebook
Selesai Komentar