Sungguh Kasihan Warga Suriah Terpaksa Memakan Singa

Sungguh Kasihan Warga Suriah Terpaksa Memakan Singa

Warga Suriah terpaksa memakan Singa. Perang saudara dan blokade membuat warga Suriah tak punya makanan. Tubuh anak-anak bergetar karena lapar. Mereka yang terjebak di medan perang terpaksa makan rumput, sebagai pengganti roti.

Sejumlah ulama bahkan mengeluarkan fatwa kontroversial, penduduk yang terkepung di luar Damaskus boleh mengonsumsi daging anjing dan kucing.

Untuk bertahan hidup, sebuah foto yang beredar baru-baru ini di media sosial bahkan menunjukkan, pemberontak Suriah menyembelih singa kebun binatang.

Demi bisa makan. Para aktivis mengatakan, potret itu adalah bukti teranyar bahwa penduduk di negara yang dilanda perang berkepanjangan itu kelaparan.

Dalam foto, yang belum terverifikasi, menunjukkan, 3 pria berada di sekeliling bangkai singa. Salah satu pria memegang kepala singa kurus yang tak lagi bernyawa. Lainnya terlihat sedang memotong daging dari kaki belakang hewan itu.

Apa yang terlihat seperti bongkahan daging teronggok di lantai semen di dekatnya. Hewan malang yang dikorbankan itu diduga berasal dari Kebun Binatang Al-Qarya al-Shama.

Laporan lain menyebut, pria-pria itu tak hanya mengambil dagingnya, tapi juga mengulitinya, untuk dijadikan jaket pengusir hawa dingin. Sementara, ada yang menyebut, binatang itu sudah mati duluan sebelum dagingnya diambil untuk dikonsumsi.

Penduduk di kawasan terparah terdampak perang sipil, termasuk di wilayah timur Ghouta, nyaris putus asa kekurangan makanan. Itulah yang membuat seorang ulama memfatwakan boleh makan daging dan kucing.

"Bukan karena itu halal, namun sebagai refleksi dari realitas bahwa kami menderita," kata Sheikh Saleh al Khatib, seperti dikutip dari Daily Mail, "Orang-orang di sini tak punya apapun untuk memberi makan anak-anak mereka."

Menurut Daily Telegraph, PBB mengatakan bahwa warga sipil yang kelaparan di Suriah berada di daerah terkepung, yang tak bisa diakses bantuan makanan. PBB membagi-bagikan makanan untuk 3,3 juta orang di Suriah.

Badan Pangan PBB menambahkan, status gizi mereka yang terperangkap sangat memprihatinkan, terus menurun dalam waktu beberapa bulan.

Baca Menarik Lainnya

Bagikan Pada Teman

Buka Komentar Facebook
Selesai Komentar