Mati Paling Memalukan Paling Tidak Beruntung

Mati Paling Memalukan Paling Tidak Beruntung

Mati paling memalukan paling tidak beruntung di dunia, kematian mereka menjadi legenda. Bukan karena kehebatan atau kesaktiannya, melainkan karena ketidak beruntungan dan terbilang memalukan. Berikut ini adalah beberapa peristiwa mati paling memalukan paling tidak beruntung di dunia.

King Edward II - 1327 M
Edward II merupakan raja dari Inggris selama 20 tahun (dari 1307 - 1327 M). Edward sangatlah mengecewakan kaum bangsawan di Inggris pada saat itu karena lebih menyukai low born citizen (sebuah istilah untuk menyebut warga negara kelahiran rendahan atau bukan dari kalangan bangsawan) dan memiliki banyak teman spesial laki-laki.

Bahkan Edward sering memberikan hadiah yang mewah dan berlebihan terhadap mereka. Memang, kehidupan King Edward II memang sangat kontroversial, banyak yang mengatakan bahwa King Edward II merupakan seorang gay.

Setelah ia turun tahta dan dipenjara, istrinya Isabella (setelah terganggu dengan hubungan dekat antara raja dengan seorang pemuda di istana kerajaan) diam-diam melakukan eksekusi rahasia kepada sang raja. Ia dibunuh dengan ditusuk menggunakan sebuah pipa baja yang sangat panas tepat di bagian anusnya.

Arthur Aston - 1649 M
Sir Arthur Aston merupakan seorang prajurit profesional, terkenal atas dukungannya kepada King Charles I pada saat Perang Sipil Inggris, dan juga terkenal dalam cerita rakyat setempat karena cara kematiannya yang mengerikan.

Dia merupakan prajurit yang hebat yang telah melihat banyak kejadian bersejarah semasa hidupnya. Pada tanggal 11 September 1644, ia jatuh dari kudanya dan harus memakai kaki kayu karena kakinya mengalami cidera dan harus diamputasi.

Pada tahun 1649, pasukan dari Oliver Cromwell menyerang kota Arthur dalam pengepungan kota Drogheda dan mengutus untuk mengeksekusi setiap orang di kota tersebut. Arthur menyerahkan dirinya namun para prajurit yang menangkapnya percaya bahwa ia menyembunyikan sebuah emas di kaki palsunya.

Para prajuti itupun langsung memutuskan kaki palsu tersebut dan memukuli Arthur untuk memecahkan kaki kayunya. Sayangnya kaki palsu tersebut benar-benar merupakan kaki kayu dan tidak ada emasnya sama sekali.

Julien Offray de La Mettrie
Julien Offray de La Mettrie merupakan seorang dokter, filsuf, dan berkemungkinan merupakan seorang pendiri ilmu kognitif asal Perancis. Ia percaya bahwa kesenangan sensual seperti; makanan, seks, dan bermain merupakan satu-satunya alasan manusia untuk hidup, dan ia memutuskan untuk menjalani kehidupannya dengan prinsip tersebut.

Julien merupakan seorang ateis yang percaya bahwa kehidupan manusia di dunia hanya merupakan sebuah lelucon dan akan berakhir dengan kepuasan diri. Kematiannya bermula pada saat seorang duta dari Perancis bernama Tirconnel, berterimakasih kepada Julien setelah menyembuhkan penyakitnya.

Ia mengadakan sebuah pesta makan besar-besaran untuk menghargai Julien. Sayangnya, sang dokter terlalu banyak makan dan meninggal karena menderita beberapa penyakit setelah kejadian tersebut.

Bando Mitsugoro VIII - 1975
Bando Mitsugoro VIII merupakan salah satu seorang aktor Kabuki yang paling dihormati di Jepang pada tahun 1930-an hingga kematiannya pada tanggal 1975. Sangat dihormati sehingga ia menjadi "national treasure" atau "harta nasional".

Pada tanggal 16 Januari tahun 1975, Bando mengunjungi restoran di Kyoto untuk makan malam dan memesan empat porsi fugu liver (merupakan makanan dari jantung ikan buntal yang sangat beracun dan diperlukan keahlian khusu untuk mengolahnya).

Sekedar info, hidangan tersebut merupakan hidangan yang dilarang pada waktu itu. Ia mengklaim dirinya kebal dan dapat bertahan dari racun ikan tersebut, sayangnya ia meninggal setelah pulang kembali ke hotel, dan setelah mengalami kelumpuhan selama 7 jam.

Baca Menarik Lainnya

Bagikan Pada Teman

Buka Komentar Facebook
Selesai Komentar