Obat Narkoba Memakan Daging Manusia

Obat Narkoba Memakan Daging Manusia

Ada obat terlarang atau narkoba yang dapat memakan daging manusia, narkoba jenis baru yang kemungkinan memang dibuat untuk membunuh para manusia yang telah putus asa. Bernama Krokodil mungkin terlalu asing terdengar.

Krokodil sendiri berasal dari bahasa Rusia, dan jika dalam bahasa Inggris menjadi Crocodile yang berarti buaya dalam Bahasa Indonesia. Narkotika jenis ini mempunyai nama lain yaitu moonshine, di Amerika Serikat saat ini membuat heboh.

Narkoba jenis baru ini kehadirannya memang sangat membahayakan, sasarannya adalah para pemudan dan manusia yang putus asa. Narkoba jenis Krokodil ini obat terlarang baru yang saat ini sedang gencar beredar, disebut juga dengan julukan Canibal Heroin.

Narkoba ini merupakan campuran yang sangat beracun yaitu dari jenis kodein, gasoline, thinner car, hydrochloric acid, dan fosfor merah. Menggunakannya sama saja dengan narkotika jenis lain, dengan cara menyuntikkan di bagian tubuh melalui aliran darah.

Sangat menyeramkan adalah Krokodil ini sering disebut sebagai obat yang memakan para pecandunya, karena efek menyeramkan yang ditimbulkan dapat menggerogoti dan menghancurkan daging manusia, bagian tubuh manusia bisa membusuk dibuatnya.

Pil narkoba yang datang dari Rusia sekitar sepuluh tahun lalu ini, akan membuat sang pemakai menjadi mirip mayat hidup atau zombie. Narkoba ini sangat meresahkan, karena peredarannya cukup cepat dan telah beredar di beberapa negara di Eropa.

Obat yang tergolong baru yang mempunyai mutu sangat rendah, Krokodil memiliki kandungan yang sama dengan derivasi narkotika sintetik lain sejenis codeine. Meskipun begitu pihak Drug Enforcement Administration belum berani mengkategorikan narkotika ini.

Obat ini juga mampu membuat pemakainya mengalami kerusakan saraf, otot, kelenjar tiroid, kerusakan tulang rawan, dan bahkan tulang keras. Jika digunakan dalam waktu yang lama maka pemakai akan mengalami infeksi hati, otak, tulang belakang, atau paru-paru.

Kerusakan secara fisik biasanya terlihat dengan adanya necrosis atau kematian jaringan tubuh, kulit si pemakai akan berubah warna jadi hijau tua, menghitam bahkan membuat lubang yang sangat mengerikan, terlebih pada tempat suntikan obat ini dilakukan.

Dikabarkan obat ini dimasak kurang lebih 30 menit terlebih dahulu sebelum di suntikan. Harganya lebih terjangkau dibandingkan dengan heroin. Membuat para pemakai heroin berpindah menggunakan narkoba jenis baru ini.

Rusia sendiri sudah 30.000 orang mati pertahun karena Krokodil, yang paling memprihatinkan, seperempat juta orang Rusia telah kecanduan. Mereka yang ingin berhenti mengkonsumsinya pun tidak bakalan bisa bebas dari efeknya.

Margarita Schelkunova, 28 tahun, beserta sang suami sudah ketergantungan Krokodil kurang lebih 7 tahun lamanya. Walaupun Schelkunova saat ini telah dinyatakan bersih dari krokodile, tetapi dia terkena efek dari obat ini, sekarang dia jadi buta serta divonis kanker dan HIV.

Hidupnya diperkirakan hanya tinggal beberapa pekan lagi saja. Sedangkan sang suami telah lama meninggal duluan. Selain di Eropa, obat ini juga telah cepat tersebar di Amerika, membuat pemerintah setempat jadi kalang kabut.

Baca Menarik Lainnya

Bagikan Pada Teman

Buka Komentar Facebook
Selesai Komentar