Waspada Tanda Gempa Bumi Akan Terjadi Begini Tandanya, Baca Tandanya!
Tanda gempa bumi akan terjadi, siapa bilang gempa bumi tidak bisa diprediksi, setidaknya gempa bumi akan menunjukkan tanda-tandanya. Tanda gempa bumi akan terjadi bisa dapat kita rasakan jika kita cukup sensitif terhadap perubahan alam dan lingkungan.

Memang perlu sensitifitas untuk merasakan tanda gempa bumi akan terjadi ini. Gempa bumi yang terjadi memang menakutkan, namun hal ini tidak bisa dihindari mengingat Indonesia termasuk negara yang rawan akan gempa.
Untuk itu, mempelajari dan mewaspadai tanda yang biasanya terjadi sebelum gempa adalah hal yang bijaksana. Ada beberapa tanda-tanda yang dapat terlihat jika akan terjadi gempa bumi. Beberapa tanda tersebut antara lain:
Langit
Kalau di langit ada awan yang berbentuk seperti angin tornado atau seperti pohon atau seperti batang, bentuknya berdiri, itu adalah awan gempa yang biasanya muncul sebelum gempa terjadi. Awan yang berbentuk aneh.

Terjadi karena adanya gelombang elektromagnetis berkekuatan hebat dari dasar bumi, sehingga gelombang elektromagnetis tersebut ‘menghisap’ daya listrik di awan, oleh karena itu bentuk awannya jadi seperti tersedot ke bawah.
Gelombang elektromagnetis berkekuatan besar itu sendiri terjadi akibat adanya patahan atau pergeseran lempeng bumi. Tapi kemunculan awan gempa seperti itu di langit tidak selalu berarti akan ada gempa. Bisa saja memang bentuknya seperti itu.
Medan Elektromagnetis
Uji medan elektromagnetis di dalam rumah, cek siaran TV, apakah ada suara brebet-brebet ataukah tidak. Jika terdapat mesin fax, cek apakah lampunya blinking biarpun lagi tidak transmit data. Coba minta orang lain mengirim fax ke kita, cek apakah teksnya yang diterima berantakan atau tidak

Coba matikan aliran listrik. Cek apakah lampu neon tetap menyala redup/remang-remang biarpun tak ada arus listrik. Kalo tiba-tiba TV brebet-brebet, lampu fax blinking, padahal sedang tidak transmitting.
Teks yang kita terima berantakan dan neon tetap menyala biarpun tidak ada arus listrik, itu berarti memang sedang ada gelombang elektromagnetis luar biasa yang sedang terjadi tapi kasat mata dan tidak dapat dirasakan oleh manusia.
Perhatikan hewan-hewan
Cek apakah hewan-hewan seperti “menghilang”, lari atau bertingkah laku aneh atau gelisah. Insting hewan biasanya tajam dan hewan bisa merasakan gelombang elektromagnetis.

Air tanah
Lihat juga apakah air tanah tiba-tiba menjadi surut tidak seperti biasanya. Jika empat tanda ini ada atau terlihat dalam waktu bersamaan, segeralah bersiap-siap untuk evakuasi. Empat tanda tersebut kemungkinan besar menunjukkan memang akan ada gempa berkekuatan besar.

Walaupun demikian, adanya awan gempa yang bentuknya aneh itu, tetap tidak bisa memastikan kapan gempa terjadi. Oleh karena itu jangan tunggu-tunggu lagi, sebisa mungkin langsung melakukan tindakan penyelamatan diri untuk menghindari hal-hal yang paling buruk.
Kalau skala gempa yang besar dan episentrumnya terletak di laut, kita harus selalu aware akan datangnya gelombang tsunami. Tingginya gelombang bisa puluhan meter, bisa juga hanya dua meter.
Tapi biarpun hanya dua meter, gelombangnya tidak main-main. Kekuatannya dahsyat seperti tidak ada habisnya dan tekanannya bisa mencapai 190 kilogram.
Gempa bumi adalah fenomena geologi yang terjadi ketika energi yang tersimpan di dalam kerak bumi dilepaskan secara tiba-tiba. Secara umum, gempa datang tanpa peringatan pasti.
Namun, para ilmuwan telah mengidentifikasi sejumlah tanda atau indikator ilmiah yang dapat menunjukkan adanya potensi gempa, meski belum mampu memprediksi secara akurat kapan dan di mana gempa akan terjadi. Tanda-tanda ini lebih merupakan pola geofisika yang dipelajari secara ilmiah, bukan tanda gaib atau mitologi.
Salah satu tanda ilmiah yang paling penting adalah peningkatan aktivitas seismik kecil, atau disebut mikro-gempa. Sebelum gempa besar, sering terjadi serangkaian getaran kecil di sepanjang patahan.
Mikro-gempa ini menunjukkan bahwa tekanan di kerak bumi sedang meningkat dan batuan mulai bergeser. Para ahli memantau pola ini menggunakan seismograf yang sangat sensitif. Namun, tidak semua mikro-gempa berarti akan terjadi gempa besar; sering kali tekanan justru dilepaskan secara bertahap tanpa dampak serius.
Selain gempa kecil, deformasi tanah juga merupakan tanda ilmiah yang perlu diperhatikan. Menggunakan GPS presisi tinggi dan satelit, para ilmuwan bisa memantau pergerakan kerak bumi hingga hitungan milimeter.
Jika tanah mulai naik, turun, atau bergeser secara perlahan dalam waktu singkat, hal ini bisa menjadi pertanda bahwa tekanan sedang menumpuk pada patahan. Fenomena ini sering terjadi sebelum gempa besar, seperti yang terdeteksi pada gempa di Jepang dan Selandia Baru.
Ada pula fenomena perubahan level air tanah. Ketika tekanan di dalam bumi meningkat, retakan bawah tanah dapat terbuka atau menutup, sehingga memengaruhi aliran air di dalam tanah.
Sebagian sumur tiba-tiba mengalami penurunan air, sementara sumur lain bisa naik drastis. Perubahan mendadak ini diduga berkaitan dengan pergerakan lempeng tektonik, meski masih banyak dipelajari dan tidak dapat dijadikan prediksi gempa yang akurat.
Beberapa ilmuwan juga memperhatikan perubahan gas di bawah tanah, terutama peningkatan gas radon. Radon adalah gas radioaktif alami yang keluar dari batuan. Jika tekanan besar menyebabkan batuan retak, gas ini dapat dilepas dalam jumlah yang lebih tinggi.
Peningkatan radon di udara atau air tanah pernah tercatat sebelum beberapa gempa di masa lalu. Meski demikian, radon sangat dipengaruhi oleh kondisi geologi setempat, sehingga masih menjadi bahan penelitian dan belum menjadi indikator yang pasti.
Fenomena lain yang sering dibahas adalah perubahan listrik dan elektromagnetik di atmosfer, atau dikenal sebagai seismic electromagnetic signals. Para peneliti mengamati bahwa beberapa gempa besar didahului oleh gangguan medan magnet bumi yang sangat halus.
Ada teori yang menyebut gesekan batuan pada tekanan tinggi dapat menghasilkan muatan listrik. Meski menarik, penelitian ini masih berkembang dan belum diterima sebagai alat prediksi resmi.
Sementara itu, tanda yang sering diperhatikan masyarakat, seperti perilaku hewan yang gelisah, juga memiliki dasar ilmiah meskipun tidak dianggap bukti kuat.
Hewan diyakini mampu merasakan getaran mikro atau mendengar frekuensi rendah (infrasound) yang tidak bisa dideteksi manusia. Namun perilaku hewan sangat dipengaruhi faktor lain seperti cuaca dan suara lingkungan, sehingga tidak bisa dijadikan indikator pasti.
Secara keseluruhan, sains telah menemukan banyak petunjuk tentang bagaimana gempa terjadi dan bagaimana tanda-tandanya muncul. Namun, hingga saat ini belum ada metode yang mampu memperkirakan gempa secara tepat dalam hitungan jam atau hari.
Yang bisa dilakukan adalah memahami pola jangka panjang, memantau aktivitas seismik, serta memastikan kesiapsiagaan. Tanda-tanda ilmiah ini membantu kita memahami proses geologi yang terjadi, tetapi tetap tidak menggantikan edukasi dan mitigasi bencana sebagai langkah perlindungan utama.

Memang perlu sensitifitas untuk merasakan tanda gempa bumi akan terjadi ini. Gempa bumi yang terjadi memang menakutkan, namun hal ini tidak bisa dihindari mengingat Indonesia termasuk negara yang rawan akan gempa.
Untuk itu, mempelajari dan mewaspadai tanda yang biasanya terjadi sebelum gempa adalah hal yang bijaksana. Ada beberapa tanda-tanda yang dapat terlihat jika akan terjadi gempa bumi. Beberapa tanda tersebut antara lain:
Langit
Kalau di langit ada awan yang berbentuk seperti angin tornado atau seperti pohon atau seperti batang, bentuknya berdiri, itu adalah awan gempa yang biasanya muncul sebelum gempa terjadi. Awan yang berbentuk aneh.
Terjadi karena adanya gelombang elektromagnetis berkekuatan hebat dari dasar bumi, sehingga gelombang elektromagnetis tersebut ‘menghisap’ daya listrik di awan, oleh karena itu bentuk awannya jadi seperti tersedot ke bawah.
Gelombang elektromagnetis berkekuatan besar itu sendiri terjadi akibat adanya patahan atau pergeseran lempeng bumi. Tapi kemunculan awan gempa seperti itu di langit tidak selalu berarti akan ada gempa. Bisa saja memang bentuknya seperti itu.
Medan Elektromagnetis
Uji medan elektromagnetis di dalam rumah, cek siaran TV, apakah ada suara brebet-brebet ataukah tidak. Jika terdapat mesin fax, cek apakah lampunya blinking biarpun lagi tidak transmit data. Coba minta orang lain mengirim fax ke kita, cek apakah teksnya yang diterima berantakan atau tidak

Coba matikan aliran listrik. Cek apakah lampu neon tetap menyala redup/remang-remang biarpun tak ada arus listrik. Kalo tiba-tiba TV brebet-brebet, lampu fax blinking, padahal sedang tidak transmitting.
Teks yang kita terima berantakan dan neon tetap menyala biarpun tidak ada arus listrik, itu berarti memang sedang ada gelombang elektromagnetis luar biasa yang sedang terjadi tapi kasat mata dan tidak dapat dirasakan oleh manusia.
Perhatikan hewan-hewan
Cek apakah hewan-hewan seperti “menghilang”, lari atau bertingkah laku aneh atau gelisah. Insting hewan biasanya tajam dan hewan bisa merasakan gelombang elektromagnetis.
Air tanah
Lihat juga apakah air tanah tiba-tiba menjadi surut tidak seperti biasanya. Jika empat tanda ini ada atau terlihat dalam waktu bersamaan, segeralah bersiap-siap untuk evakuasi. Empat tanda tersebut kemungkinan besar menunjukkan memang akan ada gempa berkekuatan besar.

Walaupun demikian, adanya awan gempa yang bentuknya aneh itu, tetap tidak bisa memastikan kapan gempa terjadi. Oleh karena itu jangan tunggu-tunggu lagi, sebisa mungkin langsung melakukan tindakan penyelamatan diri untuk menghindari hal-hal yang paling buruk.
Kalau skala gempa yang besar dan episentrumnya terletak di laut, kita harus selalu aware akan datangnya gelombang tsunami. Tingginya gelombang bisa puluhan meter, bisa juga hanya dua meter.
Tapi biarpun hanya dua meter, gelombangnya tidak main-main. Kekuatannya dahsyat seperti tidak ada habisnya dan tekanannya bisa mencapai 190 kilogram.
Gempa bumi adalah fenomena geologi yang terjadi ketika energi yang tersimpan di dalam kerak bumi dilepaskan secara tiba-tiba. Secara umum, gempa datang tanpa peringatan pasti.
Namun, para ilmuwan telah mengidentifikasi sejumlah tanda atau indikator ilmiah yang dapat menunjukkan adanya potensi gempa, meski belum mampu memprediksi secara akurat kapan dan di mana gempa akan terjadi. Tanda-tanda ini lebih merupakan pola geofisika yang dipelajari secara ilmiah, bukan tanda gaib atau mitologi.
Salah satu tanda ilmiah yang paling penting adalah peningkatan aktivitas seismik kecil, atau disebut mikro-gempa. Sebelum gempa besar, sering terjadi serangkaian getaran kecil di sepanjang patahan.
Mikro-gempa ini menunjukkan bahwa tekanan di kerak bumi sedang meningkat dan batuan mulai bergeser. Para ahli memantau pola ini menggunakan seismograf yang sangat sensitif. Namun, tidak semua mikro-gempa berarti akan terjadi gempa besar; sering kali tekanan justru dilepaskan secara bertahap tanpa dampak serius.
Selain gempa kecil, deformasi tanah juga merupakan tanda ilmiah yang perlu diperhatikan. Menggunakan GPS presisi tinggi dan satelit, para ilmuwan bisa memantau pergerakan kerak bumi hingga hitungan milimeter.
Jika tanah mulai naik, turun, atau bergeser secara perlahan dalam waktu singkat, hal ini bisa menjadi pertanda bahwa tekanan sedang menumpuk pada patahan. Fenomena ini sering terjadi sebelum gempa besar, seperti yang terdeteksi pada gempa di Jepang dan Selandia Baru.
Ada pula fenomena perubahan level air tanah. Ketika tekanan di dalam bumi meningkat, retakan bawah tanah dapat terbuka atau menutup, sehingga memengaruhi aliran air di dalam tanah.
Sebagian sumur tiba-tiba mengalami penurunan air, sementara sumur lain bisa naik drastis. Perubahan mendadak ini diduga berkaitan dengan pergerakan lempeng tektonik, meski masih banyak dipelajari dan tidak dapat dijadikan prediksi gempa yang akurat.
Beberapa ilmuwan juga memperhatikan perubahan gas di bawah tanah, terutama peningkatan gas radon. Radon adalah gas radioaktif alami yang keluar dari batuan. Jika tekanan besar menyebabkan batuan retak, gas ini dapat dilepas dalam jumlah yang lebih tinggi.
Peningkatan radon di udara atau air tanah pernah tercatat sebelum beberapa gempa di masa lalu. Meski demikian, radon sangat dipengaruhi oleh kondisi geologi setempat, sehingga masih menjadi bahan penelitian dan belum menjadi indikator yang pasti.
Fenomena lain yang sering dibahas adalah perubahan listrik dan elektromagnetik di atmosfer, atau dikenal sebagai seismic electromagnetic signals. Para peneliti mengamati bahwa beberapa gempa besar didahului oleh gangguan medan magnet bumi yang sangat halus.
Ada teori yang menyebut gesekan batuan pada tekanan tinggi dapat menghasilkan muatan listrik. Meski menarik, penelitian ini masih berkembang dan belum diterima sebagai alat prediksi resmi.
Sementara itu, tanda yang sering diperhatikan masyarakat, seperti perilaku hewan yang gelisah, juga memiliki dasar ilmiah meskipun tidak dianggap bukti kuat.
Hewan diyakini mampu merasakan getaran mikro atau mendengar frekuensi rendah (infrasound) yang tidak bisa dideteksi manusia. Namun perilaku hewan sangat dipengaruhi faktor lain seperti cuaca dan suara lingkungan, sehingga tidak bisa dijadikan indikator pasti.
Secara keseluruhan, sains telah menemukan banyak petunjuk tentang bagaimana gempa terjadi dan bagaimana tanda-tandanya muncul. Namun, hingga saat ini belum ada metode yang mampu memperkirakan gempa secara tepat dalam hitungan jam atau hari.
Yang bisa dilakukan adalah memahami pola jangka panjang, memantau aktivitas seismik, serta memastikan kesiapsiagaan. Tanda-tanda ilmiah ini membantu kita memahami proses geologi yang terjadi, tetapi tetap tidak menggantikan edukasi dan mitigasi bencana sebagai langkah perlindungan utama.
Waspada Tanda Gempa Bumi Akan Terjadi Begini Tandanya, Baca Tandanya!
Reviewed by Pendulum Dunia
on
5/08/2013 09:15:00 PM
Rating:
Reviewed by Pendulum Dunia
on
5/08/2013 09:15:00 PM
Rating:

